Selamat Jalan Gus


SELAMAT JALAN GURU BANGSA

Gus Dur dan Humor

KH. Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur telah wafat pada hari Rabu ukul 18.45 di RSCM Jakarta. Selain sebagai mantan Presiden RI yang ke 4, Gus Dur bagi masyarakat ialah seorang guru bangsa, budayawan, politisi, aktivis sosial, intelektual Islam dan humoris sejati. Berbagai macam gelar sosial diberikan keadanya sesuai dengan perjuangan Gus Dur  melawan ketidakadilan dan anti-diskriminasi.

Terlepas dari penghormatan dari masyarakat, sosok Gus Dur sebagaimana kita ketahui mempunyai selera humor yang tinggi dan sudah menjadi seni humor tersendiri. Di buku biografi Gus Dur yang ditulis oleh Greg Berton bahwa saat menjadi mahasiswa di Baghdad, suatu ketika Gusdur pergi ke sebuah warung, di sana Gus Dur berniat untuk membeli Jeroan. Perlu diketahui bahwa jeroan bagi orang luar negeri maupun orang Baghdad sendiri ialah makanan khusus buat Anjing.Daripada dibuang atau dimakan anjing maka Gus Dur membelinya. Si pemilik jeroan tak bersedia manakala jeroannya dibeli, Namun ia memberikan dengan cuma-cuma jeroan-jeroan itu. Sebelum jeroan diberikan keada Gus Dur, ia bertanya buat apa sebenarnya jeroan sebanyak itu dan apakah anda punya anjing banyak? Kemudian Gus Dur menjawab bahwa bahwa saya punya anjing sebanyak 20 ekor. Setelah sampai asrama, Gusdur mengajak teman-teman se-asrama untuk memasak jeroan-jeroan itu. Tak begitu lama mereka makan jeroan dengan nikmatnya.

Beberapa hari kemudian salah satu dari teman Gus Dur yang ikut menyantap jeroan itu dengan tiba-tiba mendekati Gus Dur dengan wajah yang agak memerah seperti orang yang baru saja terkena tamparan dari kekasihnya. Ia berkata bahwa GusDur keterlaluan, bagaimana mungkin anda (Gus Dur) menyamakan kepada teman-teman di asrama ini dengan Anjing. Ternyata saat makan di warung itu ia dikasih tahu dari si pemilik warung bahwa Gus Dur minta jeroan buat dimakan anjing-anjingnya  sebanyak 20 ekor.

Bukan itu saja, saat masa orde baru, Gus Dur bisa dikatakan selalu mengkritisi segala kebijakan Soeharto yang tak pro rakyat kecil. Meskipun begitu, Gus Dur juga sempat bercanda kepada mantan orang nomer satu di era Orde Baru itu. Di bulan Ramadhan Gus Dur berbincang-bincang dengan dengan Presiden Soeharto, Gus Dur sebelum pulang ditanya oleh Presiden bahwa Gus Dur mau sholat tarawih di mana, Gus Dur menjawab bahwa sholat tarawih di manapun tak masalah, bagi saya sholat tarawihnya ikut yang NU klasik atau Modern. Nah, ternyata jawaban Gus Dur malah membuat Presiden terheran-heran, akhirnya Gus Dur menjelaskan bahwa kalau kita ikut NU klasik maka jumlah  tarawihnya sebanyak 20 rakaat sedangkan kalau kita ikut NU Modern tarawihnya didiskon 60 % jadi 8 rakaat. Setelah mendengar penjelasan Gus Dur seketika mereka pada tertawa ria.

Sosok Gus Dur kadang memang sulit ditebak. Bagi sekelompok orang malah membingungkan kalau tak mengenal Gus Dur secara baik, Bahkan mereka menganggap bahwa Gus Dur seorang tokoh yang kontroversial. Tak sedikit pula orang yang mengamati Gus Dur hanya dari mata politiknya saja, tanpa pernah mengamati bahwa Gus Dur adalah seorang humoris sejati. Selamat jalan Gus, semoga engkau masih bercanda di akherat sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s