Para Pencari Makam Tan Malaka


Di sebuah kamar sederhana, terdapat sebuah lukisan seorang laki-laki yang tak asing lagi, lukisan itu terletak di atas almari yang berisi baju dan buku. Lukisan itu dibingkai dengan apik seperti sebuah foto. Laki-laki dalam lukisan itu bukan penghuni kamar, bapaknya atau temannya melainkan ia adalah seorang pahlawan kemerdekaan yang akrab dipanggil Tan Malaka. Dilihat dari kejauhan lukisan itu mirip penghuni kamar, namun setelah didekati ada lekukan wajah yang berbeda. Lantas apa hubungan lukisan Tan Malaka dengan isi dan penghuni kamar itu?

Di sebuah kamar itu dihuni oleh seorang mahasiswa yang bernama Abi Setya Nugroho. Ternyata ia tercatat sebagai salah seorang pencari makam pahlawan Tan Malaka yang sampai saat ini belum pasti makamnya di mana. Bersama Zulfikar (ketua Panitia) yang masih ada hubungan keluarga dengan Tan Malaka, Ia beserta timnya melacak keberadaan makam Tan Malaka yang sebenarnya.

Pagi-pagi buta mereka sudah siap meluncur ke Desa Selopanggung Kediri. Tak peduli jauh, puasa, capek dan panasnya sengatan matahari. Semua dilakukan demi Tan Malaka benar-benar mendapat hak yang layak sesuai pahlawan kemerdekaan yang lainnya.

Pencarian makam sudah dipersiapkan lebih dari satu tahun lamanya. Sebenarnya mereka sudah meninjau lokasi satu bulan yang lalu dan baru sekarang mereka bisa melanjutkan pencarian makam Tan Malaka kembali. Ia sangat antusias untuk segera menemukan makam pahlawan yang selama 20 tahun dikejar-kejar Belanda itu (wong Londo). Sebagai seorang akademisi dan warga yang baik, ia akan terus berusaha untuk menemukan makam itu.

Menurut penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Harry A. Poeze (penulis buku Tan Malaka) bahwa Tan Malaka disinyalir dimakamkan di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa timur. Dengan berbagai informasi misalnya dari orang yang bernama Tolu warga Selopanggung, Tan Malaka menjadi tawanan TRI setelah itu ia hilang (tewas) di sekitar pohon petai di depan rumah bekas kakeknya Yasir yang sekarang sudah rata dengan tanah. Namun di sana ada dua makam tua yang disinyalir adalah makam mbah Selopanggung (penghuni desa pertama kali) dan satunya disinyalir makam Tan Malaka.

Para pencari makam Tan Malaka merencanakan untuk menggali makam tokoh itu yang diperkirakan, setelah itu melakukan test DNA. Mereka mempunyai beban moral untuk menemukan makam Tan Malaka sebenarnya. Serta mereka berharap Pahlawan Tan Malaka dikuburkan sesuai dengan selayaknya sebagai seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya itu, kita harus mewarisi pemikiran dan perjuangan Tan Malaka. Ia rela hidup menderita, berpindah-pindah demi menegakkan kedaulatan negeri tercinta ini. serta meluruskan sejarah Tan Malaka yang selama ini kematiannya masih simpang siur. “ begitulah ungkapan Abi Setya Nugroho”. Karena sejarah bukanlah catatan final dari perjalanan hidup di masa silam. Serta bukanlah terjadi begitu saja. Namun sejarah adalah pergumulan antara struktur dan realitas yang menetap dengan daya perubahan yang senantiasa menerpa. Meminjam gagasan Taufik Abdullah sejarah adalah konstruksi manusia atas realitas, dialektika yang membentuk wahana dan berita pemikiran. Maka sebagai dari hasil konstruksi, sejarah pada dasarnya bersifat subyektif dan acak, karena ia diambil begitu saja dari sekumpulan peristiwa dan fakta di masa silam.

Upaya pengumpulan ini kemudian diteruskan lewat proses seleksi dengan menepis dan menyiangi pada hal-hal yang tak relevan. Pemilihan data adalah hal yang paling penting, karena pada tahap inilah sejarah dipisahkan dari mitos dan kepalsuan. Dan untuk menjadi bermakna, sejarah haruslah bersifat kronologis dan kausal, yakni memiliki kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

Keberangkatan Tim pencari makam Tan Malaka yang dipimpin oleh Zulfikar (keponakan Tan Malaka) Abi setya Nugroho, Dul Sutara dan lainnya. Merupakan sebuah agenda mulia, selain itu mereka juga berperan sebagai orang yang ikut membenahi sejarah kemerdekaan Indonesia yang masih banyak yang simpang siur. Selamat berpetualang sejati para pencari makam Tan Malaka!! Tuhan bersama anda sekalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s