Mbah Surif meninggal, Apa Kata Dunia??


4“Tak gendong kemana-mana…” begitulah sebait syair lagu seniman kondang mbah Surif. Dewasa ini, lagu itu selalu menghiasi nuansa blantika musik Indonesia. Mbah Surif pertama kali datang ke Jakarta beberapa puluh tahun yang lalu dengan menaiki sepeda tua selama 4 hari menandakan bahwa ia seorang yang perkasa, tangguh dan semangat untuk meraih impiannya. Di tengah namanya yang baru menggema di seluruh pelosok nusantara, seniman tua itu menghembuskan nafas terakhir dan tak akan kembali untuk selama-lamanya. Meskipun begitu, karya mbah Surif justru akan semakin menggema, bahkan royalty dari lagu nada sambung “tak gendong” di handphone mencapai 4,5 Milyar, sayangnya mbah Surif belum sepersen pun menerimanya.

Seniman nyentrik yang mempunyai tawa khas membuat kita tak akan mudah melupakannya. Meskipun sudah tua, mbah Surif merupakan sosok yang mempunyai semangat tinggi, kreatif dan tampil beda. Mbah surif bisa menampilkan warna musik yang lain dari pada yang lain, dan tentu penampilan mbah Surif dengan rambut gimbalnya membuat kombinasi lagu-lagunya menjadi menarik dan konyol.

Dengan lagu-lagunya yang sederhana (mungkin anggapan kita tak diperhitungkan) justru bisa menembus pasar dan menghipnotis khalayak . Lagu-lagunya mbah Surif sederhana namun syairnya begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Di tengah-tengah khalayak yang selalu memperbincangkan seniman nyentrik mbah Surif, seniman tua yang berambut gimbal itu sering kita jumpai di acara pagelaran budayawan Caknun, di beberapa pagelaran budaya yang diselenggarakan oleh Caknun dan kyai kanjengnya, sosok mbah Surif tak pernah ketinggalan tampil di sela-sela pagelaran budaya yang sering kita lihat di beberapa lokasi khususnya di Jakarta. Berangkat dari sana, mbah Surif akhir-akhir ini mulai merebut perhatian khalayak dengan karya musiknya, bahkan tak kalah popular dengan seniman kawakan negeri ini.

Seniman tua nyentrik dengan lagu-lagunya khas yang menghibur di semua kalangan itu sudah tutup usia. Mbah surif sudah pulang di tengah-tengah gelimangnya harta, puncak karirnya, yang tak pernah terlintas di benak kita akan cepat diambil oleh sang pencipta untuk menghadapNya. Beberapa hari sebelum kematiannya mbah Surif masih terlihat segar dan bersemangat namun takdir berkata lain.

Dunia kehilangan mbah surif, tawa-tawanya, lagu-lagunya, model penampilannya sampai kapanpun dan dimanapun menyisakan ruang di hati khalayak. Mbah Surif sosok seniman yang bersahaja, sederhana dan ora neko-neko (bahasa Mojokerto).

Tentu tak akan kita jumpai lagi seniman seperti mbah Surif yang konyol, menggelikan dan menghibur para khalayak lagi. Namun kita tetap yakin akan ada mbah Surif-mbah Surif lainnya yang akan muncul dan meriahkan blantika musik tanah air. Selamat jalan mbah Surif, I Love U Full!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s