Bom Mengancam Lagi


time_bomb_alarm_clock2Peristiwa peledakan bom bunuh diri yang terjadi Jumat pagi lalu, pukul 7.47 pagi di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton telah memukul negeri ini yang telah lama membangun citra di mata pergaulan dalam kancah internasional. Setelah terjadi peledakan Bom JW Marriot 1, keduataan besar Australia dan Bom Bali I dan II ternyata para teroris masih melakukan tindakan yang tak manusiawi. Perbuatan seperti itu hanya dilakukan orang yang sudah tak mempunyai solidaritas sosial dan mati rasa terhadap sesama umat manusia. Apalagi tragedi ledakan bom dewasa ini berdekatan dengan peristiwa penting di negeri ini yaitu pasca pemilu pilpres dan menjelang kedatangan MU di Senayan.

Pelaku dan otak di balik bom sudah merancang suasana menyeramkan di negeri ini. Seandainya pelakunya adalah orang Indonesia sendiri maka mereka telah mengkhianati baik terhadap negerinya sendiri maupun sebagai seorang manusia. Apapun alasan dari peledakan bom tersebut tidak bisa dibenarkan meskipun dengan berbagai indikasi yang kuat. Tak diharapkan dengan peristiwa itu, Indonesia menjadi sebuah negara yang menakutkan bagi dunia luar dan bisa saling tuduh antara satu dengan lainnya.

Siapa pelaku dan otak di balik peledakan bom sampai saat ini belum diketahui. Hal itu merupakan tugas aparat pemerintahan untuk secepatnya mengusut siapa otak di balik peledakan bom tersebut. Tak hanya itu, Presiden SBY pun merasa tak lepas dari ancaman teror dari sebuah kelompok yang mengincar dirinya. Dari laporan Badan Intelejen Negara (BIN), capres yang memperoleh peringkat suara teratas di pemilu kali ini direncanakan akan diganjal menduduki orang nomer satu di negeri ini lagi. Rupanya SBY sudah geram dengan tingkah laku para teroris yang selalu merongrong kekuasaanya, pasca ledakan bom terjadi ia mengumumkan dengan gamblang bahwa ada sebuah kelompok yang akan melakukan perbuatan di luar hukum. Lepas dari kontroversi pidato SBY tentang ancaman terorisme yang disebarkan ke ranah publik, setidaknya negeri yang selama ini kita anggap aman dan damai, ternyata terancam oleh para teroris.

Kedatangan MU ke Senayan yang dijadwalkan yang ternyata didahului hari terjadinya peledakan bom akhirnya dibatalkan. Tentu pembatalan ini membuat para fan berat bola mania sangat kecewa mengingat tak banyak kesempatan bisa bertanding dengan tim sekelas internasional seperti MU. Tak hanya itu saja, para wisatawan asing yang menikmati keindahan negeri ini di seluruh nusantara merasa terancam dengan peristiwa itu, padahal pasca Bom Bali sudah mengurangi para wisatawan dan tentu mengembalikan secara semula (nomal) diperlukan waktu yang panjang.

Dengan terjadinya ledakan bom tentunya tak sedikit orang yang tak berdosa menjadi korban. Tak hanya orang-orang penting tapi orang biasa khususnya karyawan hotel harus menjadi korban bom bunuh diri yang tak berperikemanusiaan.

Ada beberapa indikator mengapa ledakan bom masih menghantui negeri ini, Penyebab secara umum kemungkinan besar adanya kondisi perekonomian Indonesia tidak cepat membaik, justru semakin lama harga-harga bahan pokok menjadi naik sehingga ada pihak yang kecewa dan melampiaskan dengan ledakan bom. Kedua, ada kelompok tertentu yang tak setuju dengan hasil pemilu yang diselenggarakan dewasa ini. Ketiga, ada kelompok tertentu yang sengaja ingin membuat suasana menyeramkan di negeri ini. Ke empat, lemahnya pengawasan terhadap berbagai ancaman termasuk teroris sehingga mereka tidak sulit untuk menjalankan aksi tak manusiawi di negeri ini. Ke lima, ada dukungan dari sebuah jaringan terorisme yang turun temurun dan melindungi otak di balik peledakan bom.

Meskipun apapun prediksi yang kita lontarkan untuk mengindikasikan terjadinya ledakan bom secara hukum tak bisa dibenarkan, namun kita harus tetap waspada terorisme masih menghantui di sekeliling kita khususnya bagi mereka yang tinggal di tempat-tempat yang strategis. Kewaspadaan dan penjagaan untuk mencegah gerakan nakal teroris harus tetap dilakukan sebelum mereka beraksi dengan ulah gilanya.

Tentu kita tak membiarkan mereka melakukan teror bom semaunya. Upaya-upaya pencegahan secara ketat harus dilakukan sebelum terjadi ledakan bom yang kesekian kalinya. Dan yang perlu dilakukan adalah menangkap gembong teroris yang selama ini mengancam negeri ini. Tak diharapkan, negeri yang terkenal dengan adat ketimuran yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dirusak oleh para teroris biadab.

One thought on “Bom Mengancam Lagi

  1. Selagi itu sebuah ideologi . maka sulit untuk mengatasinya. maka semua elemen masyarakat harus mencegah dengan saling mengendusi di berbagia tempat. agar tidak terjadi lagi yang diinginkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s