JANJI-JANJI KANDIDAT


Ditulis oleh M Rosit

Dewasa ini, melalui media massa khususnya televisi menghidangkan berbagai janji-janji politik dari para kandidat presiden baru. Mengingat media yang satu ini, yakni televisi sampai saat ini masih merupakan alat informasi yang sangat komunikatif. Para kandidat tentunya membawa karakteristik yang selalu diangkat untuk rakyat. Janji-janji mereka tak kalah menarik dengan iklan-iklan produk yang setiap hari menghiasi televisi kita. Bahkan, rakyat bisa terbius dengan iklan yang berisi janji-janji mereka. Pasalnya kalau iklan produk dikemas semenarik mungkin sehingga khalayak membelinya, namun tentu saja harus ditukar dengan rupiah. Berbeda dengan iklan para kandidat, mereka membuat iklan  semenarik mungkin tentu juga agar rakyat mendukung dan memilih dalam Pilpres mendatang, persyaratannya cukup mudah tanpa mengeluarkan uang sepersen pun yaitu mendaftarkan namanya, datang ke lokasi TPS, setelah itu mencontreng.

Gampang-gampang susah untuk menentukan pilihan presiden, mana yang pantas memimpin negeri ini dalam jangka 5 tahun mendatang. Pasalnya, setiap kandidat mempunyai agenda minimal 5 tahun yang sama-sama menarik. Dan tentu mengangkat martabat bangsa tanpa terkecuali. Siapapun mereka pastinya mempunyai kelebihan maupun kekurangan, apalagi bagi kandidat yang sebelumnya sudah menjabat sebagai presiden atau setidaknya pejabat negara. Dari parameter itulah kita sedikit banyak bisa menilainya. Misalnya, kandidat pasangan nomor urut 1 yaitu Megawati-Prabowo selalu ingin mengangkat martabat wong cilik bahkan mereka mengklaim sebagai partainya wong cilik. Di tambah lagi dengan hadirnya Prabowo sebagai pendamping Megawati, gencar-gencarnya ingin menerapkan ekonomi kerakyatan. Pasangan kandidat nomer urut 2 yaitu SBY-Budiono selalu menampilkan diri mereka dengan sopan dan hati-hati dalam setiap langkahnya. SBY yang posisi 5 tahun terakhir ini selalu mengangkat prestasi-prestasi kemajuannya saat menjabat presiden. Satu kata “lanjutkan” tak pernah lupa untuk mengakhiri di setiap iklan-iklan politiknya. Namun disisi lain, Budiono selalu menjadi bulan-bulanan lawan politiknya dengan lebel agen neo-liberal (padahal rakyat juga belum tentu tahu neo-lib itu apa, siapa, bagaimana dan mengapa). Pasangan kandidat no 3 yaitu JK-Wiranto, kedua kandidat ini mempunyai slogan cukup menarik yaitu “lebih cepat lebih baik” dan itu sebenarnya yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Slogan itu juga menyindir SBY, menurut versi JK dalam menjalankan roda pemerintahan kurang cepat dan SBY cenderung ragu-ragu.

Dari slogan-slogan dalam iklan politik semua kandidat beserta pasanggannya sepertinya tak jauh berbeda substansi dan tujuannya yaitu berpihak kepada rakyat kecil dan merubahnya menjadi kehidupan yang lebih baik. Semanis janji-janji para kandidat di media tetaplah sebuah janji politik yang suatu kondisi tertentu mereka mengalami ketidak konsekuenan untuk membayar janji-janjinya yang sudah dilontarkan waktu kampanye dulu. Mengingat negeri yang masih berkembang ini akan mudah diombang-ambingkan oleh kebijakan global yang tidak memihak negara-negara miskin khususnya. Apalagi presidennya tidak mempunyai pengaruh besar dalam kancah pergaulan internasional. Misalnya organisasi-organisasi dunia (IMF,WTO Bank Dunia) berdiri dengan latar belakang salah satunya ingin mengentaskan ketertinggalan di negara-negara berkembang melalui bekerja sama dengan negara maju. Namun kenyataanya negara-negara yang sudah bergabung di organisasi dunia itu, yang ada hanya membentuk kelompok-kelompok kepentingan di dalamnya untuk intervensi pengambilan di setiap kebijakannya. Hal itu tidak menguntungkan anggota, sebaliknya merugikan khususnya terhadap negara-negara berkembang.

Setiap kandidat nampaknya tidak mungkin jauh dari media. Apalagi di zaman ini media menjadi alat penyebar janji-janji politik kandidat yang efektif. Misalnya, pemenang pemilu legislatif 9 April yang lalu mayoritas dimenangkan oleh partai yang berani memasang iklan politiknya di televisi besar-besaran. Sedangkan bagi partai yang tidak mempunyai alokasi untuk iklan di media akan kalah. Buktinya partai-partai baru yang selalu menghujani iklan politiknya secara terus menerus di media televisi kita memperoleh peringkat sepuluh besar.

Mereka boleh menebar pesona dengan janji-janji politiknya, namun hemat saya, rakyat semakin lama akan semakin cerdas dalam menentukan pilihannya. Rakyat mulai berubah menjadi pemilih rasional dan serta merta meninggalkan pemilih kultural. Dengan pengalamannya dari pemilu ke pamilu setidaknya bisa menjadi indikasi dalam menentukan pilihannya di pilpres mendatang. Yang perlu diperhatikan, janji para kandidat bukanlah janji murni, karena janji tak ada yang murni, mereka sudah mengkontaminasinya dengan kepentingan. Memperoleh kemenangan bagi mereka adalah suatu keharusan bahkan dengan segala cara. Selayaknya janji para kandidat tidak diterima 100%. Kita bisa menengok saat nabi Muhammad wafat, saat itu para sahabat tidak langsung mengurus jenazah nabi namun mereka sibuk mencari khalifah baru yang akan menggantikan posisi nabi. Bahkan para sahabat sampai debat kusir untuk menggantikan posisi nabi dari golongannya masing-masing. Dari sanalah setidaknya kita bisa bercermin untuk lebih hati-hati suatu hal yang berhubungan dengan politik. Tanpa terkecuali, entah kandidat berasal dari partai islam maupun nasionalis. Semua sama. ***

2 thoughts on “JANJI-JANJI KANDIDAT

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    • thank for your comment. sangat mudah untuk merubah sistem yang ada. seandainya anda duduk di posisi strategis, tentu anda punya otoritas untuk mengambil kebijakan sesuai selera. wallahu a’lam bissowab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s