KARTINI


kartini_11Nama itu begitu sederhana serta akrab di telinga kita. Ia juga menyembunyikan sejuta makna dan harapan, bahkan sampai kini nama itu masih semerbak baunya mengharumi negeri ini sampai kapanpun.

Ia dilahirkan pada tanggal 1 April 1879 atau menurut versi tahun Hijriyah pada 28 Rabiul Akhir 1808, dari keluarga bangsawan. Ayahnya bernama R.M. Adipati Ario Sosroningrat menjabat posisi bupati di Jepara. Kartini hidup di tengah-tengah budaya feodal yang merajalela. Meskipun demikian, ia lebih beruntung dibandingkan orang pada umumnya. Ia mampu menempuh pendidikan di sekolah rendahan milik kolonial Belanda. Mengingat, masa itu pendidikan diberikan hanya kepada mereka dari keluarga terhormat sedangkan masyarakat pada umumnya sengaja dibiarkan di dalam penjara kebodohan.

Sebagai seorang wanita dari keluarga bangsawan, tentu Kartini tidak sebebas mereka (orang biasa). Ia tidak bisa keluar dari rumah seenaknya bahkan setiap tingkah lakunya mendapatkan pengawasan ketat dari pihak keluarganya, selain itu ia juga hidup dalam suasana budaya patriarki, kaum wanita diposisikan di bawah kaum pria dan tentu tak mendapatkan kesempatan seluas kaum pria termasuk pendidikan, bahkan Kartini sempat meminta-minta kepada ayahandanya untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi padahal pada zaman itu sudah pada kodratnya kaum wanita berpendidikan rendah, itu pun sudah beruntung bisa mengenyam bangku sekolah.

Kartini tidak membeda-bedakan kasta maupun kedudukan sosial di masyarakat, bahkan ia membenci sistem feodalisme. Karena sistem inilah yang menyebabkan negeri ini dalam penjajahan yang panjang oleh kolonial Belanda. Kartini tidak membanggakan diri bahwa ia adalah keturunan bangsawan terhormat. Ia menyadari akan kewajiban-kewajiban yang harus ia lakukan terhadap kemajuan bangsanya. Jiwa demokratis Kartini selalu mendasari segala konsep terhadap persoalan sosial, ekonomi dan politik. Ia mencoba memecahkan masalah yang menguntungkan untuk segenap lapisan rakyat di tengah-tengah feodalisme yang merajalela. Apalagi kedudukan kaum wanita pada zaman itu begitu jauh dengan kaum pria. Namun jiwa perjuangannya tak pernah padam oleh rintangan tembok-tembok tinggi yang menghadang.

Kartini ingin merubah suasana tak demokratis dan pergaulan penuh perbedaan antara bangsa sendiri menuju suasana yang egaliter tanpa membeda-bedakan status sosial maupun darah keturunannya. Padahal saat kartini menempuh pendidikan barat, ia melihat dan mengalami suasana yang demokratis dalam pergaulan yang tak memandang kedudukan di lingkungan anak-anak Eropa. Semenjak itu, ia menyadari budaya feodalisme harus dihapus karena menghambat kemajuan bangsanya. Selain itu ia juga memperjuangkan orang-orang miskin berhak mendapatkan pendidikan, dengan dibekali pendidikanlah bangsa ini akan menjadi bermartabat, itu berarti penjajahan tak akan terjadi di negeri ini.

Hadinya sosok Kartini perlu diapresiasi khususnya kaum wanita. Nilai-nilai perjuangannya harus berlanjut sampai bangsa ini lepas dari kungkungan budaya feodalisme dan kebodohan menuju bangsa yang bermartabat. Mengingat, ternyata kesempatan memperoleh pendidikan disetiap masyarakat sampai saat ini masih mengalami kesenjangan sosial. Hal itu disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan yang harus dibayar oleh masyarakat. Sehingga tidak hanya ketimpangan di sektor ekonomi saja namun juga ketimpangan di sektor pendidikan masih terjadi sampai kini. Padahal bangsa ini sudah merdeka sejak tahun 1945.

Kebesaran nama Kartini tidak hanya dijadikan simbolisasi semata, namun kita bisa merealisasikan ide-ide besarnya yang sampai sekarang masih menjadi tugas bangsa ini. minimal, keikutsertaan kaum wanita untuk bangkit dalam memperjuangkan negeri ini menjadi lebih baik. Simbolisasi kartini bisa mendobrak suasana yang tidak demokratis, kaum wanita juga bisa maju ke garda terdepan untuk menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

ROSIT

One thought on “KARTINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s