Ada Lowongan, Teman


Tepatnya di depan jalan makam pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan sampai di kampus STEKPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia) terlihat begitu ramai oleh orang-orang yang berbaju rapi baik wanita maupun pria. Meskipun terlihat seperti ramainya pasar, namun mereka terlihat orang-orang yang berpendidikan tinggi, setiap orang membawa perlengkapan alat tulis lengkap. Mereka sebagian besar terdiri dari pemuda dan pemudi yang membawa rasa antusias dan optimisme dalam setiap langkah kakinya. Wajah-wajahnya nampaknya begitu bersemangat seolah-olah prajurit yang siap tempur dan rela mati untuk membela negerinya. Bahkan tidak sedikit dari mereka datang dari tempat yang cukup jauh, menyeberangi kepulauan di nusantara ini, sekedar untuk mengikutinya.

Kedatangan mereka tidak lain untuk mengikuti ujian tertulis yang diselenggarakan oleh Trans TV dan Trans 7 pada tanggal 18-19 April 2009. Kedua televisi yang masih saudara kandung itu baru membutuhkan beberapa karyawan untuk dipekerjakan di stasiun televisi mereka. Dan ternyata banyak alumni baik dari universitas negeri maupun swasta tertarik berkompetisi untuk bekerja di kedua stasiun televisi itu. Para peserta tes mencapai 40.000 jiwa. Deni adalah salah satu di antara peserta tes yang mengikutinya, datang dari kota Solo. Ia satu rombongan dengan teman-temannya dari kota yang sering disebut sebagai kota kebudayaan itu. Deni mengikuti tes bukan karena tak mempunyai pekerjaan, namun pemuda yang statusnya masih menjadi karyawan televisi lokal di kota solo ini mengikuti tes hanya sekedar mengisi waktu, syukur-syukur diterima. Contohnya lagi yaitu Dewi, wanita lulusan Uneversitas Indonesia yang statusnya masih menjadi karyawan di Bank Panin ini juga mengikuti tes yang diselenggarakan oleh kedua televisi swasta ini, keikutsertaannya juga hanya sekedar mengisi waktu, kalau diterima maka ia akan senang hati dan sebaliknya tidak diterima maka ia tidak akan putus asa, tentu bukan seperti caleg gagal.

Meskipun tidak sedikit dari para peserta tes yang hanya sekedar iseng saja, namun nampaknya banyak para peserta tes khususnya yang masih fresh graduate begitu berharap akan diterima kerja di stasiun televisi swasta ini. mengingat sejak negeri ini terjangkit dari virus-virus krisis ekonomi yang berkepanjangan, pekerjaan menjadi masalah yang serius yang harus diselesaikan. Apalagi pemerintahan kita sampai saat ini belum bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya. Mengingat pemerintah masih layak dituding yang paling bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye pemilu berlangsung.

Pengangguran merupakan menjadi masalah yang harus segera diselesaikan di antara masalah-masalah negeri yang lainnya. Tingkat pengangguran di negeri ini sudah mencapai tingkat yang sangat darurat. Kalau masalah satu ini tak segera diselesaikan maka akan mengakibatkan dan menimbulkan masalah-masalah baru.

Hal itu bisa dilihat dari berjubelnya calon pelamar kerja yang antri di instansi-instansi perusahaan. Bahkan tak sedikit dari mereka berasal dari jauh(daerah) untuk mengadu nasib di Jakarta. Harapan mereka bisa beruntung di kota Megapolitan ini. Itu bisa terjadi disebabkan tidak adanya pemerataan penduduk sampai ke daerah. Pembangunan masih berpusat di ibukota Jakarta. Seharusnya pemerintah harus juga memperhatikan wilayah-wilayah yang sampai saat ini belum tersentuh oleh insfrastruktur-insfrastruktur yang akan menunjang pembangunan.
Menurut Badan Pusat Statistik, Angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Angka pengangguran turun dibandingkan posisi Februari 2008 sebesar 9,43 juta jiwa(8,46%)
Sesuai survei, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf di Jakarta, Senin (5/1), menjelaskan, pengangguran terbuka didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 17,26 persen dari jumlah penganggur. Kemudian disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (14,31 persen), lulusan universitas 12,59 persen, diploma 11,21 persen, baru lulusan SMP 9,39 persen dan SD ke bawah 4,57%
Dari data-data di atas, betapa besarnya masalah pengangguran di negeri ini. Di setiap bulan hadir ribuan calon-calon pengangguran yang baru saja lulus dari universitas. Bukan mereka tidak cerdas atau kurang pintar, tetapi sistem dan keadaanlah yang memaksa menyandang gelar baru.

ROSIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s