Banyak Jalan Menuju Parlemen


super-calegJudul di atas mengingatkan kita terhadap “banyak jalan menuju Roma” tentu rangkaian kata-kata indah tersebut tidak asing lagi di telinga kita. Kemiripan judul di atas (kalau tidak mau dikatakan mencontek) tentu saja memberikan sebuah inspirasi yang mendalam khususnya terhadap teman, tetangga maupun saudara kita yang sedang mencalonkan dirinya menjadi anggota parlemen. Saya sendiri kurang begitu tahu tentang motif pencalonan mereka. Mungkin bermotif memperjuangkan rakyat atau hanya sekedar mencari pekerjaan belaka. Semua itu bisa terjadi, mengingat realitas di negeri ini yang semakin memprihatinkan. Nampaknya pemilu legislatif mirip dengan “iklan lowongan pekerjaan” yang terdapat di media cetak baik koran maupun majalah. Siapa tahu nasib baik memihak kita, begitulah kira-kira harapan para caleg. Terpilih atau tidak, nanti urusan belakang, yang penting tetap berusaha.
Melihat sekilas latar belakang calon lgislatif nampaknya pemilu tahun ini begitu variatif dan inovatif. Mengingat para caleg tidak hanya dari kalangan elit saja tetapi juga dari kategori kelompok yang termarjinal pun ikut berbondong-bondong mencalonkan dirinya.

Kadang saya berpikir, betapa demokratisnya negeri ini, nampaknya kita telah jauh meninggalkan era demokrasi ala Soeharto (kalau tidak mau dikatakan otoriter). Bagaimana tidak, orang yang berprofesi sebagai pengamen (kalau tidak mau dikatakan pengangguran) pun dengan penuh percaya diri mencalonkan ke parlemen. Disebabkan oleh mereka, lagu Iwan Fals dalam salah satu baitnya mengatakan “wakil rakyat kumpulan orang hebat” sudah tidak relevan lagi, meskipun mereka belum tentu terpilih.

Yang tak kalah unik, cara para caleg (yang terhormat) dalam mensosialisasikan dirinya kepada rakyat. Di setiap space di pinggir jalan terlihat spanduk-spanduk yang tergambar foto caleg dengan nama partainya. Yang menggelikan lagi, ada beberapa foto caleg agak memaksakan senyumnya (kalau tidak mau dikatakan tidak bisa senyum). Namun mereka tetap semangat meneriakkan kata perjuangan, persatuan, keadilan, pergerakan dan kesejahteraan di telinga rakyat meskipun kuota yang disediakan untuk kursi legislatif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan banyaknya calon.

Sekali lagi ada-ada saja tingkah laku para caleg pada pemilu legislatif tahun ini. Di media televisi jelas tergambar strategi maupun cara-cara kampanye yang berlainan dari tradisi kampanye pemilu sebelumnya. Ada seorang caleg dalam mensosialisasikan dirinya dengan memakai busana mirip dengan SUPERMAN. tentu saja caleg tersebut ingin dikenal populis oleh rakyat bahkan tidak menutup kemungkinan tingkah laku yang lebih unik dari itu terus diciptakan. Nampaknya caleg (Superman) ingin membumikan mitos keperkasaan dan kepahlawanan superman sebagai manusia super yang akan membebaskan seluruh penderitaan rakyat. Meskipun superman hanya sebuah film yang mengandung nilai heroik yang diciptakan untuk hiburan anak-anak saja. Semua yang mereka lakukan semata-mata untuk dikenal dan lebih dekat terhadap rakyat.

Menurut hemat saya, para caleg pada pemilu tahun ini kurang percaya diri, meskipun mereka mengatakan sangat percaya diri. Misalnya pada pemilu 2004, hanya calon presiden Megawati saja yang memasang foto ayahandanya (Soekarno) di belakangnya. Namun ke tidak percayaan diri megawati diikuti oleh para caleg pemilu tahun ini. Padahal mengagungkan dan melanjutkan perjuangan para founding fathers tidak harus memasang foto dibelakangnya. Namun bagaimana kita benar-benar merealisasikan ide-ide besarnya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bagaimanapun tigkah laku mereka (caleg), kita sebagai wong cilik wajib mendukung dan memotivasinya. Siapa lagi yang akan kita dorong dan junjung tinggi kalau bukan mereka. Namun satu pesan rakyat yang harus diingat baik-baik oleh setiap caleg baik yang terpilih maupun yang gagal menduduki parlemen, yaitu jika tak terpilih maka ikhlaskanlah, jangan sampai kejadian, prediksi para dokter dan psikolog pasca pemilu akan memicu munculnya caleg stress. Meskipun seluruh rumah sakit telah siap menampungnya.

Bagi caleg yang terpilih, anda sangat diharapkan oleh rakyat. Jangan sampai menyianyiakan kesempatan emas ini, perlu diingat anggota parlemen tidak harus hidup mewah bergelimpangan harta, namun tugas utama yang harus diperjuangkan yaitu menjadikan Indonesia yang lebih baik serta jangan membiarkan rakyat kelaparan.

ROSIT
Wong cilik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s