Inggit Garnasih


img-issue-0Neraka katut surga ora nunut, begitulah kira-kira perjuangan Inggit mengantarkan Soekarno dalam meraih kemerdekaan sesuai yang dicita-citakannya. Inggit tak mempunyai silsilah keluarga bangsawan dari raja siliwangi, Ia juga bukan wanita yang berpendidikan tinggi. Ia adalah wanita berakhlak mulia, setia, tegar menghadapi rintangan dalam hidupnya.

Inggit bukan sosok perempuan yang selalu menggantungkan hidupnya pada sang suami, tetapi ia seorang wanita yang gesit, bahkan Inggitlah yang memberikan uang saku terhadap suaminya saat masih belajar. Dengan jerih payahnya sendiri Ia membuat bedak dan jamu untuk menopang kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Perjumpaan keduanya diawali dengan kedatangan pemuda Soekarno ke Bandung untuk melanjutkan studinya, kebetulan rumah Inggit dijadikan tempat tinggal Soekarno selama belajar di kota itu. Selesai belajar tak jarang Soekarno berkeluh kesah dengan Inggit, tak lama kemudian keduanya saling mencintai. Atas persetujuan dari keluarga kedua belah pihak, maka pernikahan dilangsungkan dengan sederhana. Meskipun saat itu Inggit bukan wanita perawan lagi, karena sebelum hidup dengan Kusnonya (Soekarno), Inggit pernah menikah dua kali. Perbedaan usia keduanya selisih 15 tahun, persis dengan Nabi Muhammad dengan Khadijah.

Soekarno sangat beruntung mendapatkan Inggit. Hanya Inggitlah di antara istri-istrinya yang berfungsi sebagai istri, kawan bahkan Ibu. Inggitlah yang membesarkan hatinya, memberikan dorongan memberikan semangat dan harapan kepada kusnonya sayang untuk tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.

Saat kusnonya diasingkan ke Endah, Flores dan setelah itu ke Bengkulu. Inggit dengan setia menemaninya, memupuk perjuangan bahkan sampai bertahun tahun lamanya. Saat itu mertuanya menasehati kepadanya “tak perlu kau ikuti suamimu, kamu bisa memilih dan bebas pergi kemana saja” tetapi apa jawaban inggit? “Saya masih punya iman dan iman inilah yang melandasi saya akan setia menemani perjuangannya.”

Bagaimanapun juga, Inggit tentu juga manusia biasa saat mengetahui anak angkatnya “Fatmah” menjalin cinta dengan kusnonya sayang, hatinya hancur lebur, ia menangis sejadi-jadinya, meratapi nasibnya, kemudian menyalahkan dirinya sendiri” kenapa wanita Fatmah dulu diizinkan tinggal di rumahnya, seandainya waktu itu ditolak kemungkinan tidak akan terjadi peristiwa seperti ini. Meskipun begitu Inggit tetap besar hati dan berjiwa besar.

Kebesaran jiwa Inggit teruji saat Fatmah meminta maaf kepadanya. Ia bukan seorang pendendam, pembenci, dengan hati lapang dada dan jiwa besar ia memaafkan mantan anak angkatnya yang telah merebut hati belahan jiwanya itu. Ia menyadari Soekarno bukan miliknya lagi, bahkan juga bukan hanya milik keluarganya, tetapi sekarang Soekarno milik bangsa dan rakyatnya. Ternyata jiwa besar tidak hanya milik orang yang berpendidikan tinggi atau seorang pejuang nasional, tetapi Inggit seorang wanita sederhana dan berpendidikan rendah telah membuktikan bahwa Ia juga berjiwa besar.

Soekarno adalah singa podium di tengah tepuk tangan masa. Dengan pidato-pidatonya ia bisa meruntuhkan gunung, menimbun lembah serta membangkitkan semangat berkobar-kobar untuk bangsa tanah air tercinta. Soekarno adalah musuh kolonial, pejuang sejati demi terciptanya kehidupan merdeka untuk selama-lamanya. Ia adalah proklamator Indonesia dan namanya abadi sepanjang masa.

Lepas dari kelebihan dan kekurangan mereka berdua. Soekarno adalah seorang pejuang kemerdekaan yang telah berjasa untuk negeri tercinta. Meskipun begitu perjuangan soekarno tanpa Inggit bagaikan Rajawali yang hanya punya sebelah sayap. Inggitlah yang mengantarkan ke gerbang istana, dibalik kesuksesan Soekarno ternyata ada Inggit Garnasih.

ROSIT

3 thoughts on “Inggit Garnasih

  1. Didalam kesuksesan seorang Soekarno, kiranya terdapat peran seorang Inggit yang perlu disampaikan kepada masyarakat luas sebagai pesan bahwa istri merupakan salah satu kunci sukses seorang suami.

    -jack

  2. Tanpa pendamiping seorang Inggit, Soekarno tidak akan setegar itu. Namun ego seorang laki-laki telah berkata lain. Selamat jalan Bu Inggit, semoga Allah SWT memberikan surga di alam sana.

  3. sungguh mulia hati bunda
    tapi sungguh keji orang yang telah menyakiti bunda
    bunda kami akan datang tuk membahagiakan bunda
    trims gempar gempar gempar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s