Awas SBY Menang lagi!!!


 

Pesta demokratisasi untuk memilih presiden dan wakil presiden semakin hari semakin dekat waktunya. Para kandidat nampaknya sudah mempersiapkan strategi untuk memenangkan pemilu 2009. Hal itu bisa dilihat melalui iklan-iklan politik kandidat terutama di media televisi, mengingat media satu ini mempunyai kekuatan paling luas dan efektif dibandingkan dengan media lainya. Tak heran barang siapa yang mempunyai akses terhadap media maka ia telah menguasai dunia. Di antara kandidat yang sudah jelas mencalonkan diri yaitu Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Calon terpilih dari pemilu 2004 itu sepertinya semakin mendapat simpati rakyat saat-saat ini, apalagi sekarang baru gencar-gencarnya iklan prestasi kemajuan yang diraih pemerintahan SBY-JK. padahal kinerja awal kepemimpinannya menunjukan citra yang semakin melemah, mengingat kebijakan menaikan BBM serta gaya kepemimpinanya yang ragu-ragu dan tidak adanya tanda-tanda perubahan sesuai janji-janji kampanye tahun itu selalu menunjukan ketidakmampuanya dalam memimpin negeri ini.

 

sbySBY menurut beberapa lembaga survei, saat ini masih menduduki peringkat pertama, mengalahkan rivalnya Megawati Soekarno Putri. Ternyata kebijakan menurunkan harga BBM baru-baru ini mendapat sambutan baik oleh rakyat. Ketenaran dan citra SBY yang sebelumnya menurun akhirnya naik kembali bahkan peringkat teratas di antara calon yang lainnya. Melihat kondisi seperti ini, tokoh politik Amin Rais pun menjadi geram dan berjanji akan mencalonkan dirinya kembali seandainya sampai saat ini calon-calon yang lain tidak bisa mengungguli kepopuleran SBY di mata rakyat. Bahkan megawati tidak bosan-bosannya melontarkan kritik terhadap revalnya itu.Menurut megawati kebijakan SBY seperti ”Yoyo”, permainan anak-anak, nampaknya indah tetapi dengan kebijakan menurunkan sedikit demi sedikit harga BBM yang seharusnya bisa langsung bahkan bisa lebih turun lagi sebenarnya rakyat tersiksa.

 

SBY sebagai presiden saat ini tentunya tidak sedikit kritikan-kritikan yang dilontarkan oleh para  rivalnya, mengingat sejak tahun 2004 sampai saat ini ada beberapa kebijakannya yang tidak pro rakyat, salah satunya kenaikan harga BBM. Momen seperti ini dimanfaatkan oleh calon-calon yang lain untuk melakukan propaganda agar citranya semakin turun.

 

Belajar Dari Kemenanganya

Terpilihnya SBY pada pemilu 2004, nampaknya tidak bisa dilepaskan oleh peran pencitraan media. Di mulai dari pengunduran dirinya dari kabinetnya megawati, SBY merapatkan barisan untuk mencalonkan diri pada pemilu 2004. Sedangkan pada saat itu Megawati memberikan justifikasi tidak baik terhadap mantan salah satu kabinetnya itu, misalnya dengan menyebut SBY tidak dewasa dan lainse bagainya. Tetapi SBY dalam menanggapinya kritikan-kritikan itu dengan tenang, padahal dibalik ketenangannya itu ia merencanakan strategi jitu untuk mengalahkan atasannya, malah SBY mencerminkan dirinya salah satu dari kabinet yang dianiaya oleh pemerintahan megawati. Di samping itu ia selalu mengekspos sosok dirinya di media baik cetak maupun Audio visual seperti surat kabar dan televisi. Fenomena pemanfaatan media untuk mendongkrak popularitas sebenarnya telah mulai marak sejak Pemilu 1999 dan semakin menguat di Pemilu 2004. Bangsa Indonesia seolah terbius dengan sosok SBY yang berhasil dikonstruksi secara apik melalui tampilan media. Tim sukses ramai memasang iklan besar-besaran dengan kontrak tayang relatif intensif. Bahkan saat detik-detik pencoblosan presiden dan wakil presiden di mana waktu itu  ádalah hari tenang tanpa kampaye, SBY hadir dengan ujian disertasinya untuk memperoleh gelar dokter di Institut Pertanian Bogor (IPB). Kejadian itu tidak hanya menaikan citranya tetapi juga rakyat disentuh secara psikologi, SBY seorang politikus partai, kandidat presiden ternyata masih sempat untuk menyelesaikan ujian doktornya. Setidaknya masyarakat merasa kagum terhadap SBY dan bahkan tidak menutup kemungkinan saat itu dijuluki sebagai “Ratu Adil” yang akan menyelamatkan negara dari keterpurukan di segala bidang.

 

SBY tidak menutup kemungkinan juga meniru gaya politik megawati dengan PDI perjuangannya, mengingat kemenangan PDI Perjuangan pada pemilu 1999 salah satu faktornya yaitu megawati selalu menampakan diri dan partainya terzolimi oleh pemerintahan orde baru. Begitu juga dengan SBY pada pemilu 2004, selalu menampakan dizolimi oleh pemerintahan Megawati Soekarno Putri.

 

Rakyat Indonesia tentunya sudah memahami dan mengerti betul politik SBY, setidaknya dengan pengalaman selama ia menjalankan pemerintahannya, apakah kebijakan-kebijakan SBY sudah sesuai keinginan rakyat atau justru sebaliknya. Dan bagaimana kandidat-kandidat lainnya apakah berpotensi dan lebih baik dari SBY? Tentu rakyat yang akan menentukan pada pemilu 2009, yang pasti rakyat sudah bosan dengan janji-janji politik belaka, maka dari pada itu, rakyat harus bisa memilih kandidat yang tepat sesuai sasaran.  

 

 

ROSIT

3 thoughts on “Awas SBY Menang lagi!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s