Mengintip Sekilas Jendela Politik UIN Jakarta


img_0811Konstelasi politik UIN Jakarta tidak kalah menarik dengan perjalanan politik RI itu sendiri. Meskipun mereka masih menempati wilayah kampus tetapi semangat membangun student government terus ditegakkan hingga kini. Para politikus partai yang terdiri dari aktivis mahasiswa organisasi ekstra maupun intra kampus memberikan bukti nyata keseriusan mereka menegakkgan panji-panji demokratisasi di kampus biru perbaharu ini. Bahkan sistem pemilu yang diterapkan di wilayah kampus dengan memilih presiden dan wakil presiden secara langsung sudah diaplikasikan sebelum RI menerapkannya.

Ada beberapa partai kampus yang berpartisipasi pesta demokratisasi di setiap tahun. Diantara partai yang mengikuti yaitu PPM (Partai Persatuan Mahasiswa), PARMA(Partai Reformasi Mahasiswa), PIM (Partai Intelektual Mahasiswa), Partai Boenga dan Partai Progres.

Dari lima partai yang berpartisipasi di setiap pemilu terbukti PPM dan PARMA sebagai partai yang selalu bersaing setiap pemilu. Sedangkan partai-partai lainnya cenderung pragmatis. PPM sebagai partai besar cikal bakal dari organisasi ekstra kampus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) diidentikan sebagai kaum sarungan atau berasal dari mahasiswa Islam tradisional selalu menjadi rival berat dari PARMA. Partai ini juga cikal bakal dari organisasi ekstra kampus HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) representasi dari mahasiswa Islam moderat. Sedangkan PIM partai terbesar nomer tiga ini justru cikal bakal dari organisasi intra kampus LDK. Organisasi ekstra ini diidentikan dengan mahasiswa fundamental. Partai yang lainnya yaitu partai Boenga cikal bakal dari organisasi ekstra FORKOT (Forum Kota) diidentikan dengan mahasiswa radikal. Yang terakhir dari partai progresif cikal bakal dari organisasi eksta IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) diidentikan dengan Kumpulan Mahasiswa Muhammadiyah.

 

Sistem Studen Goverment

Dalam student goverment UIN Jakarta mencakup badan Eksekutf, Legislatif dan Yudikatif. Setiap badan mempunyai tugas dan wilayah masing masing. Setiap pergantian BEM (Badan Eksekutf Mahasiswa) menyelenggarakan pemilu raya untuk memilih wakil-wakil mahasiswa yang akan mewakili selama satu tahun ke depan. Perebutan kekuasaan tidak kalah seru dibandingkan dengan PILKADA atau pemilu se-level nasionalpun. Para calon ketua BEM dari mulai Jurusan, Fakultas sampai wilayah Universitas begitu bersemangat bertarung dengan rivalnya masing-masing. Mereka juga menggunakan media sebagai ajang sosialisasi dan publikasi setiap kandidat. Menjelang kampanye dimulai, pamflet, poster, bendera dan baleho menghiasi di seluruh ruangan kampus. Tak heran biaya pemilu menghabiskan puluhan juta.

Menjelang pemilu berlangsung, proses belajar mengajar sejenak terganggu. Mahasiswa saat itu justru sibuk saling lobi politik untuk memenangkan partai maupun calonnya masing-masing. Melihat kondisi yang tidak menentu, ada beberapa dosen menampakan ketidaksenangan terhadap sistem pemilu diselenggarakan di kampus ini. Pasalnya setiap kampanye partai berlangsung, tidak jarang terjadi bentrokan antar partai peserta kampanye. Suasana gaduh pasti terjadi disebabkan dari berbagai panggung pusat kampanye berlangsung menampilkan group band lokal sehingga membuat suasana ramai bak seperti tempat konser saja. Teguran dari dosen hampir setiap even itu berlangsung tetapi para mahasiswa tenggelam dalam pesta demokratisasi sehingga diabaikan begitu saja.

Hemat saya menegakkan kehidupan demokratisasi perlu dipertahankan di wilayah kampus sekalipun. Di samping memilih calon-calon ketua BEM, di sisi lain juga menjadi proses pembelajaran politik di tingkat mahasiswa. Tetapi ada beberapa keresahan dan kegelisahan yang perlu diperhatikan. Semenjak pemilu diterapkan di wilayah kampus, mahasiswa cenderung berideologi, kecurangan pemilu sering terjadi dan wacana intektual yang terbangun pindah menjadi wacana serba politis. Hal ini paradoks ketika mahasiswa mengemban agent of canges dan mempunyai tugas moral untuk memperbaiki negeri ini ke depan.

 

ROSIT

3 thoughts on “Mengintip Sekilas Jendela Politik UIN Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s