Hari Korban Sebagai Momen Perjuangan


dsc00243Saatnya seluruh umat Islam di penjuru Dunia memperingati hari raya (idul adha) yang penuh pelajaran ini. Hari raya Islam terbesar ini sebaiknya tidak hanya sekedar ritual umat Islam semata. Tetapi kita sebagai umat juga bisa mengambil hikmah dari hari besar tersebut.
Ketika Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu dari ALLah SWT untuk menyembelih putra tercinta Nabi Ismail. Pada saat itu juga Nabi Ibrahim dan putranya mengemban perintah suci dari Allah SWT. Secara logika sebagai manusia biasa perintah itu begitu berat dan pasti tidak akan sanggup menjalankannya. Tetapi Nabi Ibrahim dengan hati penuh keikhlasan da;am menjalankan perintah suci ini.
Pelajaran yang dapat diambil
Menurut ibnu katsir “apabila Allah SWT mengabadikan suatu kisah dalam Al Qur’an, maka sesungguhnya kisah ini amat bernilai tinggi dan berisikan pelajaran yang sangat berguna bagi manusia. Ada bayak pelajaran dari peristiwa itu.1. Pentingnya taat kepada Allah SWT dalam kondisi apapun, ketaatan ini tentunya bisa merambah dan tergantung kondisi dan situasi. Sebagai umat beragama kita harus taat menjalankan perintah dan larangannya. Sebagai wakil rakyat taat kepada undang-undang dan tidak korupsi. Sebagai pengendara motor juga harus taat kepada regulasi yang telah ditetapkan.2. Keikhlasan menjalankan perintah Allah SWT. Dalam menjalalankan segala perintah Allah, kita dituntut untuk ikhlas. Saat ini keikhlasan menjadi landasan utama dalam berkorban. Di setiap perbuatan kita harus dipenuhi dengan rasa keihklasan. Umat ikhlas menjalankan perintahnya, pejabat ikhlas dalam mengemban amanat rakyat. 4. Anjuran untuk jadi orang kaya. Orang yang mampu berkorban tentunya adalah bagi mereka yang punya. Dengan kepunyaan atau kekayaan itu kita bisa berbuat untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Apalagi saat ini, negeri tercinta ini belum mampu keluar dari krisis yang berkepanjangan. Orang kaya sangat dibutuhkan di negeri ini. Mulai sekarang khususnya umat Islam harus siap kaya itu berarti juga dilarang jadi orang miskin.
Berkorban dalam kontek Indonesia
Dari sekian pelajaran dari hari raya Idul Adha yang kita bisa diambil tentunya mempunyai manfaat bagi orang yang yakin dan percaya. Karena dalam sebuah keyakinan kepercayaan menjadi fondasi utama dalam melakukan yang terbaik.
Di negeri ini baru dibutuhkan sosok pemimpin yang siap berkorban untuk cita-cita bangsa. Kalau kita sejenak mengingat perjuangan para pahlawan dahulu dalam mengusir penjajah tentu perjuangan yang tidak ringan dan kita harus mengapresisianya. Tidak hanya dengan memperingati dan mengenangnya tetapi kita juga siap berkorban dengan melakukan hal yang terbaik untuk bangsa ini. Berjuang tidak harus mendirikan partai, tentunya masih banyak cara dan jalan untuk menyumbang atau memberikan kontribusi buat negeri ini. Rakyat tidak butuh politisi busuk, koruptor dan penjilat negara tetapi butuh seorang yang rela mati demi cita-cita bangsa ini.
Kiranya dari pelajaran hari korban, negeri ini bisa mengambil hikmahnya. Khususnya bagi para wakil rakyat kembali ke niat suci sesuai undang-undang 1945. Sebagaimaana yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah-perintah suci dari sang pencipta.

Rosit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s