LEBARAN; TIDAK SEKEDAR KEMENANGAN


Setelah menjalani ritual puasa Ramadhan 1 bulan lamanya, umat Islam hari ini menyambut hari kemenangan bersama. Untuk mempersiapkan hari Idul Fitri, kita diwajibkan untuk menjalankan puasa 1 bulan lamanya, dan yang lebih esensial lagi menahan dari amarah, nafsu, kontrol diri dan tindakan yang tidak terpuji lainya. Di bulan Ramadhan itu juga Allah SWT memberkan rahmat dan ampuanan kepada siapapun yang beribadah kepadaNya tidak terkecuali. Pantas saja kalau hari lebaran dinamakan hari kemenagan umat Islam yang menjalankan ritual di bulan suci.

Di dalam tradisi negeri kita, hari lebaran tidak hanya sebagai perayaan hari besar umat Islam, tetapi lebih dari itu, umat Islam di segala penjuru Indonesia menjadikan moment lebaran sebagai ajang saling minta maaf kepada sesamanya. Sehingga menambah ramai suasana Idul Fitri. Momen penyucian diri dan kembali fitrah setiap manusia untuk memulai lagi dengan hati bersih dan harapan baru.

Ada perbedaan lebaran di Indonesia dengan di Negara manapun. Dan perbedaan inilah yang menjadikan negeri ini lebih variatif dan komunikatif dibandingkan di negeri di seluruh penjuru dunia. Betapa tidak, momen lebaran yang hanya 2 hari lamanya dijadikan momen paling spesial di seluruh umat muslim di negeri ini. Bagi mereka yang bekerja di Jakarta atau kota-kota besar lainnya segera mudik ke kampung masing-masing untuk sekedar silaturahmi kepada sanak keluarga di kampung asal ketika tiba hari yang dinanti-nantikan umat Islam itu. Lebaran tidak hanya sekedar perayaan hari besar Islam tetapi umat menjadikan event nomer satu dan selalu diutamakan. Lebaran tidak hanya baju baru tetapi juga semangat baru untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu ataupun semangat baru untuk meraih cita-cita masa depannya.

Jika kita menengok negeri yang dijadikan kiblat Islam, Arab Saudi justru momen Idul Fitri dijadikan hari besar umat islam nomer kedua setelah Idul Adha.Hemat saya, di negara-negara Arab momen idul adha bertepatan dengan ramainya umat Islam di seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji di tanah suci itu, sehingga kondisi dan situasi memungkinkan umat Islam di Arab untuk menomer satukan hari raya Idul Adha. Kendati demikian tetap esensi dari kedua hari raya tersebut mempunyai keistimewaan masing-masing baik di negeri ini maupun di luar negeri.

MOMEN PUBLISITAS PARTAI

Umat yang benar-benar menang di hari kemenangan ini, tentunya bagi mereka yang selalu menjalankan peraturan-peraturan yang ada di bulan itu. Bagi mereka yang menyianyiakan bahkan tidak peduli, jangan berharap bisa memetik hasilnya. Momen Idul Fitri menjadikan umat kreatif, bagi mereka jarang tegur sapa, di hari ini saatlah mereka mengenal satu sama lain bahkan, momen ini dimanfaatkan oleh sebagian partai-partai untuk bersosialisasi dengan berkedok ucapan selamat hari raya. Apalagi momennya tepat sekali mendekati pemilu 2009.
Berbagai partai memasang spanduk yang bertuliskan ucapan selamat lebaran kepada masyarakat luas. Perhatikan saja partai-partai seperti PKS, PDIP, PKB dan PPP memberikan selamat hari raya di sepanjang ruas jalan. Partai politik memberikan pesan-pesan politiknya melalui publisitas sebagai ruang fasilitas untuk mengkomunikasikan politik atau setidaknya mengenalkan partainya masing-masing kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian partai terhadap hari raya umat terbesar di negeri ini.

Ternyata begitu kuatnya simbol-simbol agama untuk menarik simpati rakyat. Begitu menjelang hari raya tidak satu partaipun ketinggalan baik itu dari partai Islam maupun nasionalis. Lebaran tidak hanya sekedar perayaan besar umat Islam tetapi lebaran bisa menampilkan ruang yang tidak tersentuh sekalipun. Kesucian dan harapan baru semoga beriringan dengan kondisi di negeri ini.

Rosit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s