Wajah Lain Budaya Kita


Masih ingatkah anda dengan film BCG alias buruan cium gue? Saya yakin anda masih ingat dengan film kontroversi tersebut, karena film tersebut pada saat itu menjadi perbincangan dari ustad sampai pejabat, disebabkan  melawan mainstream yang teah ada. Awalnya film buruan cium gue mendapat kritikan dari Dai kondang Aa Gym dan diikuti oleh para ulama lainnya, karena film seperti itu tidak layak di tonton oleh orang Indonesia dan tidak sesuai budaya ketimuran kita.
Tetapi kita tidak pernah menyanyakan, apakah budaya kita semuanya baik? Di mana letak kebaikan budaya kita? Tentunya kita sepakat bahwa orang Indonesia mempunyai budaya yang ramah tamah, terpuji sehingga kita wajib mempertahankannya sebagai warisan leluhur kita. Tanpa kita menanyakan lagi, apakah masih relevan sampai saat ini. Sedangkan di manapun masyarakat berada, perubahan akan selalu ada dan tidak mustahil ada kebiasaan atau kebudayaan yang diadopsi dari negara lain baik itu positif maupun negatif. Tetapi selama ini, kita selalu mengagung-agungkan budaya sendiri yang mencerminkan budaya ketimuran yang perlu dipertahankan oleh setiap warga negara Indonesia. Bahwa budaya kita adalah yang paling baik dari yang lain.Yang jadi pertanyaan, dari mana datangnya budaya korupsi(sebagian masyarakat menganggap sebagai budaya) dinegara kita yang menyebabkan kesengsarakan seluruh rakyat Indonesia?
Sadar atau tidak, korupsi adalah wajah lain budaya di negeri ini sampai saat ini yang masih exist bahkan dilestarikan dari generasi dahulu sampai sekarang. Sedangkan kita sadar bahwa budaya tersebut lebih hina dari sekedar film buruan cium gue. Ternyata korupsi di negeri kita sudah membudaya yang bagaimanapun kita akan sulit untuk meninggalkannya. bahkan korupsi di negeri ini sudah menempati peringkat ke-5 dari seluruh dunia. Kalau kita mau bercermin terhadap wajah budaya di negeri ini, kita pasti tidak akan merasa mempunyai budaya yang seolah-olah lebih unggul di bandingkan budaya lain. Selama ini tanpa kita sadari, kita selalu mencari kambing hitam untuk di jadikan biang kesalahan dari tingkah laku kita sendiri. Pada hal itu juga belum tentu pengaruh dari budaya lain. Misalnya kita selalu menyalahkan budaya barat yang bebas, sehingga kita patut mencurigai segala bentuk budaya yang ada kaitannya dengan barat, bahkan ada golongan tertentu yang anti-barat.
Sebenarnya tidak semua yang datang dari barat itu jelek, kita selama ini memandang barat hanya berat sebelah, misalnya memandang hanya dalam wilayah-wilayah memang dipertentangkan dari budaya timur tanpa mengoreksi budaya-budaya lainnya, seperti budaya menepati janji dengan tepat waktu, semangat dalam bekerja, mandiri dan lain sebagainya yang seharusnya budaya tersebut yang kita jadikan teladan yang baik, tetapi kita selama ini malah meniru budaya barat secara lahiriah saja. Tanpa memandang aspek-aspek positif yang tentu saja menguntungkan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s