Membangun Jati Diri Mahasiswa


Saat ini para calon mahasiswa yang telah terseleksi SPMB baru menikmati kepuasan serta kebahagiaan yang selama ini mereka dengan usaha keras berusaha untuk lolos dari ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang didambakan. Namun perlu diingat, bagi mahasiswa yang terseleksi SPMB hanyalah prestasi awal dan perlu usaha yang lebih keras lagi untuk mengikuti poses belajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipilihnya. Serta bagi mahasiswa yang gagal tidak serta merta merasa tersingkirkan dari dunia pendidikan. Bagaimanapun PTN bukanlah satu-satunya jalan untuk menjadikan kita lebih baik, tetapi masih banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tidak kalah saing dengan PTN, bahkan fasilitasnya lebih memadai.

Di sadari atau tidak, masyarakat kita masih terdoktrinasi oleh keunggulan dari PTN. Tetapi mereka tidak cermat dalam menganalisa dari PTS-PTS yang mempunyai kredibilitas yang tidak kalah dibandingkan dengan PTN. Masyarakat kita begitu percaya dengan PTN, padahal banyak yang lulusan dari PTN tidak sesuai dengan kredibilitas sesuai lembaganya. Yang perlu di ingat adalah bagaimana seorang calon mahasiswa tidak hanya mengejar harga diri (prestise) dari lebelitas PTN semata, tetapi juga bagaimana kondisi kapasitas dan bakat yang dimilikinya mendukung sesuai yang di cita-citakan. Hal itu penting karena saya melihat banyak mahasiswa yang bangga dengan lebelitas PTN tetapi kemampuanya jauh dari apa yang diharapkan.

Faktor kesuksesan seseorang tidak ditentukan di mana mahasiswa di sekolahkan lewat PTN atau PTS, tetapi faktor yang lebih mendukung adalah kondisi kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan intelektual tidak satu-satunya faktor yang mendukung seseorang akan mendapatkan kesuksesan, karena kebanyakan orang tua saat ini begitu bangga dengan anaknya ketika mendapatkan nilai tinggi di sekolahnya, tetapi mereka tidak melihat bagaimana pergaulan atau sosialisasi dan ketaatan beragama yang terjadi pada anak tersebut. Sehingga mereka hanya memiliki sebatas intelektual tinggi semata. Memang kecerdasan intelektual tidak bisa dilepaskan dari serangkaian kesuksesan, tetapi ada hal yang lebih mendukung dalam mengantarkan seseorang dalam kesuksesan, yaitu kecerdasan emosional dan spiritual.

Kecerdasan emosional (EQ) bagaimana seseorang berempati dan bergaul dengan orang lain. Karena kita tahu bahwa manusia tidak lepas dari sesamanya. Sehingga faktor ini sangat berperan dalam mendukungnya. Tetapi yang tidak kalah lagi dari kedua kecerdasan itu (IQ dan EQ) adalah kecerdasan spiritual (SQ). Bagaimana kecerdasan ini membentuk jiwa atau spirit perjuangan untuk menggapai kesuksesan. Karena banyak mahasiswa-mahasiswa di negara maju khususnya, hanya memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tetapi mereka lemah dalam kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ).

Faktor kesuksesan atau kegagalan tidak ditentukan terseleksi atau tidaknya seorang calon mahasiswa dari PTN atau PTS. Tetapi bagaimana calon mahasiswa bisa menyeimbangkan antara ketiga kecerdasan tadi, sehingga tercipta keselarasan yang akan mendukung mahasiswa bisa beradaptasi dari jati diri mahasiswa dengan lingkungannya. Karena calon mahasiswa akan menempati tempat baru yang perlu beradaptasi dan bersosialisasi dengan suasana yang menjadi dunia barunya untuk mendesain masa depannya, karena jenjang perguruan tinggi faktor yang akan menentukan arah mahasiswa yang akan di jalaninya.

Kita sadar bahwa bangsa kita tidak sedikit memiliki ilmuwan-ilmuwan lulusan dalam negeri maupun luar negeri, tetapi sampai sekarang kondisi bangsa kita tidak mengalami perubahan, hal itu disebabkan para ilmuwan dan politisi yang memimpin negeri ini tidak banyak yang mempunyai keselarasan dari kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) maupun kecerdasan spiritual (SQ). Sehingga kita mengharapkan dari calon-caon mahasiwa baru yang terseleksi SPMB maupun kuliah dii PTS menjadikan perubahan yang lebih baik kepada bangsa tercinta ini, karena ditumpuan merekalah kita sandarkan demi tercipta kemakmuran dan kesejahteraan yang sesuai cita-cita dan amanat para pahlawan yang rela mati untuk bangsa ini.

One thought on “Membangun Jati Diri Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s