Ulil dan Liberalismenya


Tepatnya selasa malam, tanggal 29 nov 05, diselenggarakan diskusi publik yang bertempat di Aula Paramadina dengan tema” Menjadi Moslem liberal” acara ini dengan menampilkan pembicara yang tidak asing lagi bagi masyarakat publik, maupun akademisi. Di antaranya K,H Abdurrahman Wahid (Gusdur) , Kang Jalal (Jalaluddin Rahmat), Yudi Latif (Deputi Paramadina) dan Maria Ulfa (Ketua Fatayat NU). Dengan tema ini, dari seluruh pembicara mengekspresikan seluruh pandanganya tentang sosok” Ulil Abshar Abdalla”, sejak mengungkapkan gagasan-gagasan dengan liberalismenya, menjadi tokoh yang kontroversial.
Menurut kang Jalal” Ulil mendapat sorotan publik dengan “liberalismenya Islam”, yang mempunyai tendensi kuat tentang dunia keislaman. Karena Ulil seorang cendekiawan muslim yang mempunyai keunikan tersendiri dalam penguasaan khazanah keilmuan klasik, maksud kang Jalal secara tidak langsung membandingkan diantara cendekiawan muslim yang berlatar nahdhiyin yang diidentikan masih memegang cultural  keilmuan klasik dan yang tidak mempunyai khazanah keilmuan klasik. Kang Jalal juga menyinggung Yudi latif sosok cendekiawan muslim yang tidak berlatar belakang NU dan tidak mempunyai keilmuan Klasik. Menurut kang jalal”, maslahat lebih penting dan harus didahuluikan, misalnya dalam contoh Poligami, saya setuju dengan poligami karena maslahatnya lebih banyak dari yang tidak berpoligami, seumpama ketika saya menolak berpoligami tentu saya sedikitnya akan mengecewakan dua orang wanita yang ingin kawin dengan saya. itu berarti saya tidak mementingkan maslahat (kepentingan umum), kata cendekiawan Islam dari Syi’ah ini. Sesudah cukup lama mengobrol tidak lama Gusdur datang, dan tidak lama beliau juga bicara tentang Ulil Abshar Abdalla dengan liberalisme Islamnya, kita perlu menyambut sosok Ulil dengan segala pemikirannya, dengan Ulil saya kira Islam akan lebih progress dan jauh dari unsur radikalisme Islam yang dewasa ini nampak di tengah publik.
Sehingga secara tidak langsung terkesan bahwa Islam ini diidentikan dengan kekerasan. Gusdur juga mengatakan ‘kita harus bisa membedakan apa yang namanya syari’at Islam dan yang disangka syariat Islam, Gusdur mengatakan’ bahwa Ulil lebih sukses bergerak di wilayah publik dibanding dengan di wilayah NU sendiri. pasalnya Ulil sudah terjebak dengan lebelitas yang di bawannya sendiri, sehingga dari tokoh-tokoh Ulama banyak menentang dengan liberalismenya, karena mereka menganggap bahwa dengan liberalismenya Ulil akan merusak Akidah. Dan itu berarti meruntuhkan nilai-nilai yang dianggap paling sakral dalam Islam. Dalam muktamar NU di Solo, Gusdur tiba-tiba didatangi oleh salah satu tokoh ulama , beliau berpesan kepada Gusdur, agar jangan sampai Ulil memegang jabatan Ketua di NU. begitulah ungkap seorang tokoh kepada Gusdur.
Setelah Gusdur selesai bicara, moderator memberikan kesempatan kepada Yudi Latif (Deputi Paramadiana) sebagai host dalam seminar itu. Tidak lama kemudian Ia memberi respon terhadap statement kang Jalal mengenai dirinya seorang cendekiawan muslim yang tidak mempunyai khazanah keilmuan klasik. Yudi Latif yang sedang menjabat deputy Paramadina itu merespon statemen kang jalal, bahwa saya pernah diberi surat dari Ulil agar tidak usah mempelajari keilmuan klasik. pasalnya sudah tidak relevan lagi dengan zaman konterporer. Dan saya bisa menyelesaikan problem dengan akal di dunia ini.”begitulah ungkap Yudi Latif”. Setalah giliran kang jalal diberi kesempatan untuk berbicara, beliau langsung mengungkapkan bahwa, mengapa Ulil Abshar Abdalla melarang kepada Yudi latif untuk belajar khazanah keilmuan klasik. karena tidak lain Ulil tidak ingin disaingi oleh Yudi latif.

ROSIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s