Meneladani Sosok Gandhi


Dewasa ini,  kita digemparkan berita Azahari gembong teroris yang selama ini menjadi pencarian polisi dan meresahkan di semua kalangan. Meskipun gembong teroris tertangkap, tentu Azahari-Azahari yang lain akan selalu menghantui kita, sejalan dengan intrepretasi mereka yaitu jalan praktis dalam menuju surga, di mana selama ini menjadi tujuan semua umat beragama. namun, mungkinkah itu merupakan sebuah jalan praktis menuju surga? Dan bukankah seluruh ajaran mencintai perdamaian?  Tentunya sebuah intrepretsi ajaran ada muatan nilai subjektivitas golongan tertentu dalam menafsirkan teks suci tersebut.
Islam merupakan agama yang multi-intrepretasi artinya tidak ada satupun dalam menafsirkan teks suci yang paten dari semua penafsiran yang lainnya. Perbedaan dalam menafsirkan teks tersebut sudah dicontohkanada zaman pasca-nabi Muhammad, karena pada masa nabi segala perbedaan penafsiran langsung bisa dikembalikan kepada nabi yang menjadi uswatun khasanah pada saat itu. Sedangkan pada zaman sesudah nabi wafat mulai muncul berbagai penafsiran yang mempunyai nilai politis maupun nilai yang lainnya. Sedangkan pada masa ini, umat Islam mempunyai 4 madzhab yang pasti ada nilai atau ritual yang berbeda.
Seandainya dari seluruh golongan pandai mencermati atau meneladani tokoh-tokoh yang mempunyai pemikiran pluralis-progresif dalam menafsirkan teks suci pada wadah yang tepat, mungkin tidak akan terjadi penafsiran yang desduktif. Problem penafsiran merupakan tidak bisa menjadi patokan apakah itu intrepretasi benar atau salah, tetapi yang lebih penting dari itu adalah sejauh mana intrepretasi itu mempunyai kemaslahatan untuk semua kalangan dan ajaran/agama. Seandainya intrepretasi yang bertujuan mencari kebenaran, itu mungkin tidak akan mendapatkan titik temu, masalahnya dari segala golongan atau aliran kepercayaan mempunyai otoritas dalam menafsirkan teks suci.
Mungkin saat ini, kita membutuhkan tokoh seorang Mahatma Gandhi dengan segala intrepretasinya yang mempunyai nilai kemaslahatan. Gandhi mengajarkan bahwa kita tidak perlu mengklaim agama kita yang paling benar di antara lainnya. Menurut Gandhi semua agama adalah benar, dan mempunyai kesempurnaan, tetapi yang tidak sempurna adalah penganutnya yang kurang tepat dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajarannya. Bahkan beberapa kali saat Gandhi belajar di Inggris dan Afrika dibujuk untuk pindah ajaran dari apa yang diyakininya, Tetapi Gandhi mempunyai intrepretasi tersendiri dalam membaca teks agama. Kata Gandhi” saya tidak perlu pindah ajaran, biarkan saya mencari kebenaran pada agamaku sendiri seperti anda mendapatkan kebenaran dalam ajaran anda sendiri.

PerantokohAgama
Penomena ini merupakan sebuah masalah yang tidak bisa dianggap kecil, tetapi kita saat ini membutuhkan sebuah intrepretasi maslahat untuk di semua aliran kepercayaan. Artinya kita membutuhkan seorang tokoh agama yang mempunyai pemikiran seperti Gandhi dengan segala intrepretasinya. Sebab pelaku teroris tidak bisa diklaim suatu ajaran tertentu. Bagaimanapun dari semua umat perlu memahami berbagai penafsiran dari semua ajaran. Setiap agama mempunyai benih-benih jihad yang dijadikan tendensi untuk mngimplementasikannya. Ini merupakan penomena yang rumit, setidaknya memunculkan teroris saat ini, bisa disebabkan oleh kekesalan atau kekecewaan golongan terhadap negara-negara neo-imperalisme, neo-liberalisme yang selalu berbuat tidak adil terhadap negara-negara kususnya di dunia ketiga, sedangkan doktrin agama dijadikan sebuah tameng untuk mengindikasikan bahwa yang dilakukannya adalah benar.

Oleh karena itu, tokoh agama mempunyai peran vital terhadap intrepretasi umat, peran itu bisa positif atau negatif yang akan menjadi petunjuk umat beragama dalam menjalankan syariat dengan maslahat. Masalah ini perlu saling melengkapi antara ulama dan umaro’ supaya menjadi balance dan menjadikan antar umat beagama tidak saling menuduh ajaran satu dengan lainnya atau menganggap intrepretasinya yang paling benar dan mengesampingkan intrepretasi yang lainnya.

ROSIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s