Mengiklankan Iklan Politik


Menjelang pemilu tahun 2004 di negara kita, Wiranto salah satu kandidat presiden Indonesia mengatakan; Bahwa saya tidak akan di kenal publik seandanyai media atau iklan politik tidak mensosialisasikannya, hanya 20% saja saya secara langsung bertatap muka dengan public dan sisanya 80% hasil konstruksi dari Media.
Ternyata kekuatan Media mempunyai pengaruh yang luar biasa, sehingga dengan hanya membutuhkan waktu hanya 5 menit, karir seseorang akan membooming begitu juga dengan waktu yang tidak lama media menjatuhkan karir anda. Yang perlu kita evaluasi yaitu konstruksi media melalui iklan politik yang akan meninabobokan kita yang melihatnya melalui media televis. Coba anda lihat begitu banyak iklan-iklan yang secara tidak langung mengkonstruksi daya pikir anda. Tidak hanya di perkotaan saja yang menjadi objek media tetapi juga di pedesaan sekalipun tidak lepas dari obyek media, sehingga menumbuhkan budaya konsumtif di tengah kesengsaraan bangsa yang masih mencari identitas diri.
Dalam konteks politik ,kita di bawa arus beberapa kepentingan yang mengkonstruksi melalui iklan tanpa mengenal baik apakah kandidat yang jadi pilihan kita sudah tepat atau belum. Tentunya kita akan sulit dalam memilihnya, di sebabkan latar belakang kandidat yang tidak secara langsung kita kenal. Apakah kita hanya melihat kategorinya memalui kampanye politik dengan visi dan misi yang setinggi langit? Ternyata itu belum cukup untuk di jadikan standar, the next, What can I do ?
Seharusnya pemerintah membuat rule atau standar dalam iklan tidak hanya politik tetapi berbagai iklan sehingga dengan adanya standar kita akan mudah mengoreksi iklan tersebut. Selanjutnya adanya controling dari pemerintah terhadap suatu instansi atau partai politik dalam mensosialisasikan iklan melalui media, sehingga ada filterisasi iklan yang layak di iklankan dan tidak.
Satu sisi media media mempunyai peranan penting tetapi sisi lainnya daya piker kita akan di konstruk sehingga media mengarahkan apa yang di inginkannya. Yang perlu kita lakukan adalah tetap waspada terhadap media dan menkritisinya setiap informasi atau iklan-iklannya. Jangan hanya menjadi Media Admirer yang mengalir seperti air yang entah sampai mana tujuannya.

pasfoto17.jpg


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s