Ada Apa Dengan Poligami?


wmdpolygamy1Pertanyaan seperti itulah yang akhir-akhir ini menjadi wacana hangat dari wilayah ibu-ibu sampai Presiden pun ikut-ikutan mewacanakan Poligami. Sebenarnya hangatnya wacana poligami dimulai dari keputusan Da’I kondang (Aa Gym) mempraktekan poligami di tengah masyarakat, mengingat publik menilai sosok Aa Gym sebagai teladan masyarakat.

Secara historis, sejak The kingdom of Mataram yang tepatnya terletak di Jawa Tengah (Central Java), di mana raja-raja Mataram terdahulu telah mempunyai kebiasaan mempunyai istri-istri simpanan yang tak sedikit (selir). Adapun saat itu tidak ada yang mengkritisi raja, mengapa dia suka berpoligami?, Bahkan setiap orang tua yang mempunyai anak perempuan ketika diminta oleh sang raja untuk menjadi istri simpananya, dengan rasa bangga menyerahkan putrinya ke pada sang raja. Pada saat itu, segala yang di miliki rakyat rakyat rela seandainya sang raja meminta dan harus menghidangkan yang terbaik untuk sang raja. Begitu juga dengan praktek poligami yang terjadi di kerajaan-kerajaan lain seperti Majapahit, Tarumanegara dan lainnya

Tidak hanya kita lihat sejarah poligami dari kalangan kerajaan tetapi mari kita juga lihat contoh dari Nabi Muhammad SAW sendiri. Sebelum Nabi membawa kabar gembira dari Tuhan, perempuan saat itu diposisikan di level inferior, bahkan dianggap tidak memiliki fungsi apapun. Namun setelah Nabi datang dengan membawa wahyu dari Tuhan, mulai ada perubahan sikap pandang terhadap perempuan, sehingga perempuan tidak dianggap sebelah mata oleh kaum laki-laki. Dalam perjalan rumah tangga Beliau, Nabi adalah seorang pemimpin yang mempunyai istri yang tidak sedikit. Tetapi seluruh istrinya yang waktu dinikahi masih Virgin hanya Aisyah dam Maria Al Qibyiyah sedangkan yang lainnya janda, dari perjalanan keluarga Nabi, sebenarnya banyak yang harus kita ketahui, mengapa Nabi beristri lebih dari satu ?Apa faktor–faktor yang melatar belakanginya? Nabi memiliki istri pertama yaitu Siti Khodijah, seorang janda yang kaya raya yang tertarik dengan beliau, sehingga dengan memberanikan diri khodijah melamar Nabi. Menurut hemat saya, hal ini merupakan keberuntungan yang diperoleh Nabi dalam mendapatkan istri seorang saudagar kaya raya, tentunya kalau kita tarik ke konteks dakwah Nabi sebagai seorang utusan dari Tuhan, Siti Khadijah mempunyai peran yang penting dalam mensukseskan dakwah nabi baik sebagai partner yang selalu mengepush nabi dalam menyebarkan agama Islam maupun kebutuhan finansial dalam dakwah yang merupakan komponen penting yang tidak bisa dilepaskan. Setelah Siti Khodijah wafat, tentunya nabi sangat kehilangan, setelah itu mulai masuk Siti Aisyah dan istri-istri yang lainnya. Sebenarnya Nabi mempuayai istri lebih dari satu, dengan maksud pertama untuk berdakwah, kedua, istri-istri sebagai media untuk menyampaikan riwayat-riwayat behavior keseharian Nabi, ketiga, mengangkat derajat wanita atau menyejahterakan janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya dalam peperangan melawan orang kafir.

Dalam konteks Al Qur’an, sebenarnya juga menghalalkan sorang pria mempunyai istri lebih dari satu, tetapi sebelum kita tarik kesimpulan, kita perlu tinjau dari sudut yang mana, seorang laki-laki halal mempunyai istri lebih dari satu. Tentunya tidak sembarangan lelaki yang melakukan hal itu, syarat pertama, seorang laki-laki harus berkecukupan dalam masalah finansial untuk mencukupi kebutuhan keluarganya bahkan lebih, kedua, adil terhadap semua istri, ketiga, istri-istri yang lain sepakat ketika suami ingin beristri lagi.

Sebab-sebab Penolakan Praktek Poligami

Mayoritas perempuan menolak praktek poligami, sebenarnya ini adalah hal yang normatif, perempuan manapun akan merasa takut kehilangan suaminya. Serta melihat pengalaman-pengalaman praktek poligami yang tidak sedikit kegagalan dalam menjalin rumah tangga yang harmonis menjadi berantakan disebabkan oleh poligami. Ada beberapa dampak yang umum terjadi terhadap istri yang suaminya berpoligami: seperti Dampak secara psikologis: perasaan inferior istri dan menyalahkan diri karena merasa tindakan suaminya berpoligami adalah akibat dari ketidakmampuan dirinya memenuhi kebutuhan biologis suaminya. Dampak ekonomi rumah tangga: Ketergantungan secara ekonomi kepada suami. Walaupun ada beberapa suami memang dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya, tetapi dalam prakteknya lebih sering ditemukan bahwa suami lebih mementingkan istri muda dan menelantarkan istri dan anak-anaknya terdahulu. Akibatnya istri yang tidak memiliki pekerjaan akan sangat kesulitan menutupi kebutuhan sehari-hari. Kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan fisik, ekonomi, seksual maupun psikologis. Hal ini umum terjadi pada rumah tangga poligami, walaupun begitu kekerasan juga terjadi pada rumah tangga yang monogami. Dampak hukum: Seringnya terjadi nikah di bawah tangan (perkawinan yang tidak dicatatkan pada Kantor Catatan Sipil atau Kantor Urusan Agama), sehingga perkawinan dianggap tidak sah oleh negara, walaupun perkawinan tersebut sah menurut agama. Pihak perempuan akan dirugikan karena konsekwensinya suatu perkawinan dianggap tidak ada, seperti hak waris dan sebagainya.

Nabi Juga membatasi dalam berpoligami, hal itu karena beliau melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan. setelah itu mereka diminta untuk menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.

Beberapa ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan (ketiganya ulama terkemuka Al Azhar Mesir) lebih memilih memperketat penafsirannya. Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu (tahun 1899), memilih mengharamkan poligami. Syekh Muhammad Abduh mengatakan: Haram berpoligami bagi seseorang yang merasa khawatir akan berlaku tidak adil..Saat ini negara Islam yang mengharamkan poligami hanya Maroko . Namun sebagian besar negara-negara Islam di dunia hingga kini tetap membolehkan poligami, termasuk Undang-Undang Mesir dengan syarat sang pria harus menyertakan slip gajinya.

Poligami Perspektif Agama-Agama lain

Gereja-gereja Kristen umumnya, (Protestan, Katolik, Ortodoks, dan lain-lain) menentang praktek poligami. Namun beberapa gereja memperbolehkan poligami berdasarkan kitab-kitab kuna agama Yahudi. Gereja Katolik merevisi pandangannya sejak masa Paus Leo XIII pada tahun 1866 yakni dengan melarang poligami yang berlaku hingga sekarang. Sedangkan dalam agama Hindu Baik poligini maupun poliandri dilakukan oleh sekalangan masyarakat Hindu pada zaman dulu. Hinduisme tidak melarang maupun menyarankan poligami. Pada prakteknya dalam sejarah, hanya raja dan kasta tertentu yang melakukan poligami.sedangkan Penganut Mormonisme pimpinan Joseph Smith di Amerika Serikat sejak tahun 1840-an hingga sekarang mempraktikkan, bahkan hampir mewajibkan poligami. Tahun 1882 penganut Mormon memprotes keras undang-undang anti-poligami yang dibuat pemerintah Amerika Serikat.Namun praktik ini resmi dihapuskan ketika Utah memilih untuk bergabung dengan Amerika Serikat. Sejumlah gerakan sempalan Mormon sampai kini masih mempraktekkan poligami.

Kita sudah melihat pandangan-pandangan masalah poligami baik dari agama Islam maupun agama-agama lainnya. Menurut hemat saya, poligami tidak hanya sebatas wacana antara yang pro dan kontra tetapi siapapun yang mempraktekan poligami harus memiliki kebijakan-kebijakan yang seimbang demi menyelamatkan keharmonisan keluarga. Untuk apa poligami kalau rumah tangga menjadi berantakan, sedangkan punya istri satu saja sudah repot apalagi dua, tiga dan seterusnya. nampaknya kita harus mengevaluasinya, khususnya bagi mereka yang mempunyai niat berpoligami.

One thought on “Ada Apa Dengan Poligami?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s