Kita sebagai manusia tak bisa menghindari berkomunikasi. Tentu hal ini berlaku juga kepada jin, binatang, tumbuh-tumbuhan dll. Sikap diam, pun termasuk berkomunikasi. Tentu anda akan mengatakan bahwa Komunikasi mempunyai peran sangat penting untuk bisa bergaul dalam masyarakat, dan itu adalah sebuah tuntutan yang tak bisa dihindari, mengingat kita (manusia) merupakan makhluk sosial.
Ilmu Komunikasi bukan sekadar disiplin ilmu pengetahuan, namun sekaligus seni bergaul. Agar dapat berkomunikasi efektif, anda dituntut tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan secara kreatif. Menurut Kincaid dan Schram, bahwa kemampuan untuk berkomunikasi efektif bukan bawaan. Melainkan bisa dipelajari. Komunikasi efektif adalah kemampuan berkomunikasi di mana makna distimulasikan serupa dengan maksud penyampai pesan (communicator). Inilah yang dimaksud proses komunikasi hingga hubungan berjalan dengan komunikatif.
Dalam berkomunikasi dapat berbentuk verbal maupun nonverbal. Komunikasi verbal merupakan komunikasi berupa kata-kata, sedangkan komunikasi nonverbal berbentuk bukan kata-kata. Menurut Rogers ada 7 jenis komunikasi nonverbal yaitu gerakan tubuh, jarak, waktu, sentuhan, suara, artifak dan penampilan. Semua itu memberikan simbol berkomunikasi meskipun anda tak mengucapkan sepatah kata pun, atau malah diam seribu bahasa.
Komunikasi nonverbal sulit bahkan tak bisa dibohongi. Misalnya anda berbohong dengan kata-kata, namun anda tak bisa menutupi gerakan tubuh, ekspresi wajah pada diri anda. Bahkan komunikasi nonverbal bisa mengefektifkan pesan-pesan yang disampaikan karena kemampuan nonverbal bisa jadi faktor penting penyebab keberhasilan komunikasinya.
Beberapa hari yang lalu ada peristiwa sangat penting di Senayan, Jakarta. Yaitu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di negeri tercinta ini (SBY-Budiono). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh ketua MPR terbaru, Taufik Kiemas, kader PDI Perjuangan. Nah, dalam peristiwa penting itu, mantan presiden Megawati Soekarno Putri tidak hadir, padahal yang memimpin pelantikan adalah sang suami tercinta. Dari sikap itu Megawati mengkomunikasikan bahwa PDI Perjuangan menjadi partai oposisi (meskipun tak 100%) meskipun juga ia tak memproklamirkan diri partainya sebagai partai oposisi, maka anda jangan repot-repot mengorek keterangan apakah PDI Perjuangan termasuk partai oposisi atau koalisi.
Di lain kasus, seperti halnya anda yang tengah menyembunyikan perasaan cinta terhadap seorang pria dengan berbohong seribu kata bahwa anda tidak sedang jatuh hati (falling in love) namun setiap langkah anda selalu tersenyum ria, sering melamun, suka menyendiri, sering menyebut namanya dll. Maka jangan sekali-kali membohongi teman anda yang sedang menanyakan kondisi anda.
Begitu juga saat anda sedang jatuh cinta kepada seorang wanita, tentu anda akan melakukan usaha apapun termasuk mandi kembang tengah malam di sendang (kuburan) kalau itu memang harus dilakukan dan membuat dia senang. Upaya-upaya seperti mengirim sms kepada sang pujaan hati tapi tak dibalas, selalu tersenyum manis di depan dia tapi dibalas dengan bibir terkunci rapat, menanyakan kabar dia tapi tak direspon dan mengajak dia makan malam tapi tak mau dengan alasan macam-macam. Maka jangan sekali-kali “menembak” wanita pujaan hati anda itu, kalau tak mau menangis darah dan patah hati seumur hidup anda.
Dilihat melalui komunikasi nonverbal, anda tak bisa bersembunyi dari sebuah kebenaran. Melalui intonasi suara, gerakan tubuh, senyum, ekspresi wajah, pakaian, penampilan rambut dll akan mengatakan bahwa komunikasi nonverbal akan menunjukan siapa diri anda.
Melalui retorika bahasa anda akan mudah mengidentifikasi antara orang berpendidikan tinggi atau rendah, melalui intonasi suara anda akan mudah mengidentifikasi bahwa orang itu marah atau tidak. Melalui ekspresi wajah anda akan mudah mengidentifikasi bahwa orang itu berbohong atau jujur. Semua itu bisa anda ketahui melalui komunikasi nonverbal. Maka dengan belajar komunikasi nonverbal anda bisa menjadi penebak jitu atau peramal (kalau tak mau dikatakan dukun). Sesuatu yang sudah jelas, berarti tak perlu ditanyakan lagi apalagi dikorek-korek kebenarannya. Karena anda diam pun itu sudah berkomunikasi.
Ucapan selamat menjelang datangnya Ramadhan datang silih berganti melalui media manual maupun elektronik yang menambah cahaya silaturahmi terjalin kembali. Melalui sms dan facebook serta media lainnya tak henti-hentinya memberikan ucapan selamat dan mohon maaf lahir dan batin menjelang datangnya Ramadhan. Ternyata datangnya ramadhan memberikan waktu tepat untuk mengungkapkan segala kesalahan yang mana cenderung tak terucapkan di bulan-bulan selain Ramadhan. Atau mungkin masih melekatnya budaya malu untuk mengucapkan permintaan maaf kepada sesama di bulan-bulan selain Ramadhan. Sehingga bulan Ramadhan menyumbangkan tradisi baru untuk bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan.
Tak ada lagi kata teriakan serang, Allahu Akbar, hidup atau mati dan teriakan-teriakan perjuangan yang menggelora lainnya seperti saat masa kolonialisme mencengkeram negeri tercinta ini selama 350 an tahun. Tentara Belanda, Portugis dan Jepang sudah tak lagi menjajah Indonesia. Berkat para pahlawan kita yang gigih memperjuangkan Indonesia merdeka dengan ikhlas dan rela mati layak kita apresiasi seluruh pengabdiannya untuk negeri ini. Mereka menanggalkan egosentrisme golongan mengedepankan kepentingan bangsa untuk berdaulat tanpa keterkekangan dari bangsa lain.
Di gedung yang berlantai 39, jaraknya 100 kaki orang dewasa dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Setiap hari pegawai-pegawai kantor sibuk dengan kerjaanya masing-masing dari lantai paling dasar sampai paling atas, dari Cleaning service sampai Direktur, tentu dengan hilir mudik setiap orang dengan kesibukan aktivitasnya yang bervariasi. Berbagai macam perusahaan berada di gedung itu, tentu juga beraneka aktivitas. Iringan lagu” maju tak gentar, Indonesia raya, berkibarlah benderaku dan 17 Agustus 45 menyapa setiap pegawai dan pendatang di gedung dari lantai dasar sampai lantai 39. Mengingat saat ini adalah bulan menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64.
“Tak gendong kemana-mana…” begitulah sebait syair lagu seniman kondang
Peristiwa peledakan bom bunuh diri yang terjadi Jumat pagi lalu, pukul 7.47 pagi di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton telah memukul negeri ini yang telah lama membangun citra di mata pergaulan dalam kancah internasional. Setelah terjadi peledakan Bom JW Marriot 1, keduataan besar Australia dan Bom Bali I dan II ternyata para teroris masih melakukan tindakan yang tak manusiawi. Perbuatan seperti itu hanya dilakukan orang yang sudah tak mempunyai solidaritas sosial dan mati rasa terhadap sesama umat manusia. Apalagi tragedi ledakan bom dewasa ini berdekatan dengan peristiwa penting di negeri ini yaitu pasca pemilu pilpres dan menjelang kedatangan MU di Senayan.








